hai….
Berawal dari kegemaranku membaca buku, pada suatu ketika aku diberi tahu mbak kost ku katanya ada buku yang menarik. Nah buku itu yang kemudian difilmkan dengan title “Laskar Pelangi”. Karena sudah jatuh cinta pada buku pertama dari tetralogi tersebut, maka buku-buku kedua dan ketiganya pun alhamdulillah sudah kubaca. Begitu aku dapat kabar bahwa buku keempatnya sudah terbit akupun buru-buru ingin membelinya, dan sekali lagi alhamdulillah gayung pun bersambut, ada seseorang yang mengirimnya dari jawa untukku. Terimakasih ya, pemberian yang menyenangkan dan pas banget dengan keinginanku. (–> dasar penyuka gratisan).
buku keempat ini yang diberi judul “Maryamah Karpov” menurutku lebiha biasa dibanding buku kedua “Sang Pemimpi” yang banyak penuturan lucunya serta lebih filosofis. Actually buku ke-IV ini baru kubaca setengahnya. knapa ? karena aku juga sedang punya hobi baru yang baru aja kupelajari yaitu merajut. he3…
OK aku coba membuat ringkasannya ya……
Pada buku ke – IV ini diawali dengan penghormatannya pada bapaknya, kemudian berlanjut pada sidang tesisnya yang dilaksanakan pada bulan puasa, dimana puasa di prancis waktu itu berlangsung selama lebih dari 12 jam karena siang hari yang lebih panjang dibanding malam harinya. Dan Ikal disidang pada saat menjelang berbuka puasa dikala sedang rasa lapar sudah diubun-ubun. Tetapi rupanya berkah berpihak kepada orang yang berpuasa, karena setelah sebelumnya temannya gagal sidang, ternyata ikal berhasil.
selanjutnya adalah perpisahan dengan teman-temannya dengan masing-masing kultur yang berbeda, ternyata pesta perpisahannya pun berbeda-beda sesuai dengan kultur para penyelenggaranya. tampaknya ikal lebih terkesan dengan pesta perpisahan yang diadakan oleh orang etnis china.
selanjutnya alur bergerak pada perjalanan pulangnya ke kampung Belitong. perjalanan menyenangkan yang ikal alami harus pungkas ketika mulai menginjakkan kakinya ke bandara soekarno-hatta di jakarta, perjalanan makin memburuk ketika dia naik kapal ke Belitong. tettapi tanpa diduga ketika dia sudah sampai pulau Belitong dan mau menuju ke kampungnya dia bertemu dengan bang Zaitun yang sekarang keadaanya sudah berbeda 180 derajat dengan kondisinya ketika ikal dan arai meminta petunjuk tentang cinta ke rumahnya. Sekarang Bang Zaitun berprofesi sebagai sopir. Nah, dalam perjalanan dengan bus bang Zaitun ini terjadi hal-hal yang menarik, dimana ikal merasa bahwa selama ini dia telah overvalued terhadap dirinya.
sesampainya di rumah ikal telah ditunggu kepala kampungnya. apakah gerangan yang istimewa sehingga ia samapi disambut sang kepala kampung ? rupanya tugas istimewa telah menantinya yaitu menjadi panitia penyambutan hadirnya seseorang yang telah ditunggu2 selama ini dalam sejarah di kampungnya. dia adalah seorang dokter gigi, karena selama ini dikampungnya belum pernah ada dokter gigi. disana telah ada dukun gigi bernama A Put yang mempunyai kemampuan menyembuhkan tanpa harus menyentuh bahkan melihat gigi pasiennya. ternyata dengan upacara yang digelar megah itu, mereka kaget karena orang yang mereka sambut itu tak lebih dari seorang gadis kecil. yang nantinya sang dokter gigi yang bersemangat baja ingin mengabdikan ilmunya di daerah terpencil itu harus kecewa karena ternyata kultur masyarakat di situ menganggap gigi adalah salah satu aurat yang tidak pantas dilihat orang lain. dengan demikian pamor sang dukun gigi tak tergantikan. bahkan sampai kepala kampung turun tangan mengultimatum salah satu warganya yang tidak mau berobat ke dokter gigi. namun ultimatum itu gagal total, dan bahkan sang kepala kampung harus menjemput warganya itu dan mengantarkan ke dukun A Put karena pasien itu sudah bengkak pipinya berhar-hari.
to be continued…….. (next part)
nah demikian dulu karena sudah sore…..mau mandi dulu ya…..
Recent Comments